Bank Dunia menurunkan perkiraan atas pertumbuhan ekonomi
Indonesia tahun ini karena pemulihan yang lebih lambat dari yang diperkirakan
terkait ekspor, prospek yang lebih lemah untuk investasi asing dan harga-harga
komoditas yang lebih rendah.
Dalam pandangan ekonomi yang diterbitkan setiap kuartal,
Bank Dunia juga memperkirakan naiknya tekanan-tekanan inflasi di Indonesia
menyusul kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir Juni.
Bank Dunia sekarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan
mencapai 5,9 persen pada 2013, turun dari perkiraan pada Maret yaitu 6,2
persen.
Bank Indonesia sendiri bulan lalu menyatakan bahwa
pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 6,1 persen pada 2013 dan sekitar
6,4 persen sampai 6,8 persen tahun depan.
Inflasi saat ini diperkirakan pada 7,2 persen tahun ini, dan
6,7 persen pada 2014, menurut proyeksi Bank Dunia.
Sementraa itu, Biro Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa
inflasi tahunan pada Juni mencapai 5,9 persen atau lebih rendah daripada yang
diperkirakan, akibat kenaikan harga BBM yang belum dirasakan.
Beberapa analis memperkirakan Bank Indonesia dapat
meningkatkan tingkat bunga lagi untuk mengendalikan inflasi dan membantu rupiah
yang melemah.
Bank Dunia juga memperkirakan defisit di Indonesia saat ini
mencapai 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan 2,1 persen pada 2014
No comments:
Post a Comment