W.F.Schoell et al
(1993:15), mengartikan bisnis dengan pernyataan yang sedikit berbeda dengan
mengatakan bahwa: ‘’Bisnis adalah
kegiatan mencari keuntungan yang diorganisasikan dan diarahkan untuk penyediaan
barang dan jasa kepada para pelanggan”.
·
Semua bisnis
menunjukkan adanya kesamaan tertentu, yaitu mengacu pada unsur-unsur sebagai
berikut:
1. Berkaitan dengan barang dan jasa
2. Menyangkut pengalihan barang dan jasa
3. Keteraturan dalam penanganan
4. Diarahkan pada keuntungan
·
Hubungan antara bisnis
dan perekonomian. Perusahaan memproduksi barang dan jasa dari faktor-faktor
produksi yang disediakan oleh masyarakat, konsumen kemudian membeli barang dan
jasa ini
·
Kegiatan bisnis
terdiri dari 3 aspek yaitu, aspek produksi, distribusi dan konsumsi
·
Aspek produksi terdiri
dari :
1. Produksi primer adalah kegiatan penarikan
sumber daya alam.
2. Produksi sekunder adalah sumber daya alam atau
bahan mentah diproses dan diolah menjadi barang
3. Produksi tersier yang dihasilkan berupa
pemberian fasilitas dan jasa (layanan) pendukung, bukannya barang-barang
berwujud
·
Aspek distribusi
adalah pemindahan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen
·
Aspek konsumsi yaitu
permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkannya.
·
Karakteristik sistem
bisnis terdiri dari 3 aspek yaitu kompleksitas dan keanekaragaman, saling
ketergantungan dan perubahan dan inovasi.
·
Dua sisi peranan
keuntungan yaitu :
1. Merupakan imbalan bagi pengambilan resiko
bisnis.
2. Berfungsi sebagai tolak ukur (yardstick) untuk
tingkat keberhasilan dan juga kegagalan dari sebuah usaha
·
Usaha bisnis adalah
bagian dari masyarakat yang lebih besar dimana ia berada dan bertanggung jawab
atas kinerjanya kepada masyarakat yang merupakan stakeholder/pemangku
kepentingan.
·
Stake holder terdiri
dari pemilik, pelanggan, karyawan, pemasok, kreditur, pemerintah dan
kelompok-kelompok lain dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh tindakan-tindakan
perusahaan.
-
Faktor produksi meliputi
1. Tanah/material
2. Tenaga kerja
3. ModalWirausahawan
BENTUK KEPEMILIKAN
BISNIS
Untuk memilih bentuk organisasi dan
kepemilikan yang terbaik, keputusan yang dibuat biasanya ditentukan berdasarkan
beberapa kriteria sebagai berikut:
1. Jenis usaha
2. Ruang lingkup operasional
3. Jumlah modal
4. Besarnya resiko dan kesediaan pihak pemilik
5. Tingkat pengendalian langsung dan manajemen
6. Pembagian keuntungan
7. Umur dari usaha yang diinginkan
8. Kebebasan relatif dari peraturan pemerintah
Jenis dari bentuk kepemilikan bisnis dapat
dibedakan atas :
1. Perusahaan perseorangan (sole proprietorship ), Sebuah usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu orang
2. Perkongsian (general
partnership ), Hubungan usaha secara kontrak yang diikuti
oleh dua hingga dua puluh orang dengan maksud untuk menjalankan usaha guna
mendapatkan keuntungan
3. Perkongsian terbatas (limited partnership), Bentuk usaha dimana mitra (partner) atau
lebih akan tetapi tidak semuanya bertanggung jawab atas hutang perusahaan hanya
sebatas investasi yang ditanamkan diperusahaan
4. Korporasi (corporations), Badan usaha yang didirikan secara legal yang
merupakan badan hokum tersendiri dan terpisah dari pemiliknya
5. Usaha patungan (join venture), Bentuk kemitraan perusahaan dan dibentuk oleh
dua perusahaan atau lebih menggarap sebuah proyek tertentu
6. Sindikat (sindicates),
Usaha yang dibentuk oleh bebrapa perusahaanuntuk sebuah maksud tertentu
7. Koperasi (cooperatives), Badan usaha dimana para pemiliknya (anggota)
mendapatkan kembali sisa hasil usaha sesuai dengan partisipasinya
8. Trust, Pengaturan yang mengambil kepemilikan secara yuridis dari
asset pribadi dan mengelolanya untuk kepentingan mereka yang mendirikan trust
atau untuk orang lain yang ditunjuk
9. Perusahaan anak dan induk, Perusahaan anak adalah perusahaan yang
dimiliki oleh perusahaan lainnya, sebaliknya, perusahaan yang memiliki
perusahaan anak disebut perusahaan induk
10. ESOP (employe stock ownership plan), Perusahaan dimiliki oleh para karyawan yang
bekerja diperusahaan
11. Korporasi-, Tahun 1958 di Amerika Serikat diciptakan
S-corporation yaitu perusahaan yng bebas dari perusahaan lainnya, memiliki tak
lebih dari 35 pemegang saham dan tidak boleh lebih dari 25% dari pendapatan
penjualan dating dari dividen, sewa, bunga, royalty, anuitas atau tak lebih
dari 80% dari pendapatan penjualan dating dari pasar luar negeri
12. Keiretsu , Aliansi industri
berjangka panjang atau kelompok bisnis yang mempertalikan atau menjalin bersama
berbagai bisnis
13. Perusahaan bersama (mutual company ), Perusahaan yang tidak menerbitkan saham dan dimiliki oleh para
pemegan polis atau deposan, yang mana keuntungan dibagikan kepada pemiliknya
dalam bentuk saham
14. Pertumbuhan perusahaan (corporate growth), Dua jenis
pertumbuhan perusahaan adalah merjer yaitu pembelian sebuah bisnis oleh bisnis
lain yang serupa dan konglomerat adalah hasil dari penggabunag dari dua atau
lebih perusahaan yang beroperasi dalam industri yang sepenuhnya berbeda dan tidak
berkaitan satu sama lain
BISNIS INTERNASIONAL
·
PMN dari dunia barat
dengan didukung oleh kemajuan teknologi dan jaringan bisnis telah mendominasi
bisnis internasional. Namun demikian, dalam dua dasawarsa terakhir
produk-produk buatan perusahaan dari kawasan asia pasifik yang dipelopori
jepang mulai membanjiri pasar dunia, dan bahkan untuk industri otomotif dan
elektronik telah menduduki posisi dominasi
·
Manajer dari
perusahaan internasional harus menanganilingkungan internasional yang mana
komponen-komponen dasar (politik, hukum, ekonomi, sosial-budaya) berbeda-beda
disetiap Negara
·
Faktor-faktor yang
mendorong bisnis internasional adalah terbentuknya zona perdagangan bebas, zona
ekonomi khusus, dan pemberian insentif investasi
·
Hambatan dalam bisnis
internasional meliputi perbedaan praktik manajemen, tidak memadainya informasi
pasar, ketidakstabilan politik, hambatan prasarana ekonomi, pengendalian
devisa, restriksi tarif dan perdagangan , dan kuota impor
·
Perdagangan
internasional yang mengacu pada kegiatan ekspor dan impor antar Negara
merupakan bagian dari bisnis internasional yang ruang lingkupnya lebih luas,
yang juga mencakup transaksi jasa dan penanaman modal, baik secara langsung (foreign
direct investment ) maupun secara
tidak langsung (portfolio investment)
·
Berdasarkan tingkatan
keterlibatan diarena bisnis internasional, organisasai dapat dibedakan atas
empat kategori yaitu :
1. Organisasi domestic
2. Organisasi internasional
3. Organisasi multinasional
4. Organisasi transnasional
LINGKUNGAN BISNIS
·
Lingkungan organisasi
dapat dibedakan atas :
1. Eksternal : sumber untuk pemasok dari sumber
daya dan konsumen dari output
2. Internal : berpengaruh langsung terhadap tingkat
kemampuan dalam proses yang meliputi ketiga subsistem yang ada di dalam sistem
organisasi, yaitu masukan, transformasi dan keluaran
·
Lingkungan umum
terdiri dari kondisi-kondisi latar belakang dalam lingkunganeksternal yang
dapat berpengaruh besar terhadap kegiatan operasional dari sebuah organisasi.
Lingkungan umum ini meliputi elemen-elemne ekonomi, sosial budaya, hokum
politik, teknologi, lingkungan alamiah
·
Lingkungan khusus
terdiri atas organisasi, kelompok, dan perorangan yang aktual (nyata) dengan
siapa sebuah organisasi harus berinteraksi agar dapat beroperasi dan berkembang
·
Elemen penting dalam
lingkungan khusus yaitu pelanggan, pemasok dan pesaing
·
Lingkunagn internal
meliputi faktor-faktor seperti visi-misi, budaya perusahaan, gaya manajemen
atasan, kebijakan organisasi, hubungan antar divisi, karyawan, dan organisasi
informal
LINGKUNGAN
INTERNASIONAL
·
Lingkungan yang
dihadapi manajer dari perusahaan inernasional jauh lebih kompleks dibanding
perusahaan domestik. Mereka harus mengembangkan pemahaman (pengertian) yang
mendalam mengenai lingkungan dari setiap Negara dimana perusahaan memiliki
kegiatan operasi, afiliasi, pemasok dan konsumen
·
Lingkungan
internasional meliputi kondisi elemn-elemn dalam aspek politik, hukum, ekonomi,
sosial budaya dan teknologi
MANAJER, ORGANISASI,
DAN MANAJEMEN
·
Organisasi adalah
sistem terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan dalam proses yang
berkelanjutan dari transformasi masukan sumber daya menjadi keluaran berupa
produk dan jasa. Proses manajemen mencakup empat fungsi dasar :
1. Perencanaan.Pemilihan tugas yang harus
dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
2. Pengorganisasian. Penyerahan tugas sebagaimana
ditetapkan dalam perencanaan kepada individu maupun kelompok dalam organisasi
3. Pengarahan. penuntunan kegiatan dari para
anggota organisasi kerah tujuan yang selayaknya
4. Pengendalian. penghimpunan informasi untuk
mengukur kinerja organisasi
·
Sebuah perusahaan atau
manajemen disebut efektif jika para manajer menetapkan tujuan yang layak dan
kemudian dapat merealisasikannya
·
Efisiensi manajerial
adalah proporsi dari sumber daya organisasi secara keseluruhan yang menyumbang
pada produktivitas selama proses pengolahan, semakin tinggi proporsi, maka
semakin efisian para manajer
·
Prinsip-prinsip
manajemen bersifat universal. Ia dapat diterapkan pada semua jenis organisasi,
baik yang berorientasi pada laba maupun yang berorientasi pada nirlaba
·
Semua manajer harus
memiliki karakteristik tertentu seperti kualitas fisik, mental yang positif,
dan pengetahuan tertentu yang berhubungan dengan pekerjaan khusus
ESENSI PERENCANAAN
·
Perencanaan
memfokuskan pada dua unsur, yaitu :
Tujuan organisasi. Tujuan dasar dari perencanaan adalah untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan, dan mempunyai tujuan protektif untuk meminimalisasi resiko
Tujuan organisasi. Tujuan dasar dari perencanaan adalah untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan, dan mempunyai tujuan protektif untuk meminimalisasi resiko
·
Rencana tindakan untuk
mewujudkan tujuan tersebut.Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang primer,
yaitu mendahului dan menjadi landasan (dasar) dari fungsi-fungsi manajemen
lainnya (pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian). Proses perencanaan
terdiri dari lima langkah, yakni :
1. Menetapkan tujuan
2. Menentukan posisi kini organisasi
3. Menyusun premis/asumsi tentang kondisi
mendatang
4. Mengidentifikasi cara-cara untuk
merealisasikan tujuan
5. Melaksanakan rencana tindakan dan mengevaluasi
hasil yang dicapai
·
Selainkan memainkan
berbagai peranan lainnya, eksekutif puncak memikul tanggung jawab terakhir atas
perencanaan organisasi dan melibatkan diri dalam proses perencanaan. Para
perencana harus memiliki kualifikasi sebagai berikut:
1. Memiliki pengalaman praktik yang memadai dalam
organisasi
2. Mampu memahami organisasi secara keseluruhan
3. Paham dan tertarik pada trend-trend
sosial-politik, teknik, dan ekonomi yang berpengaruh terhadap organisasi
4. Mampu bekerjasama dengan orang lain
·
Untuk menjamin
keberhasilan perencanaan organisasi dituntut :
1. Dukungan manajemen puncak
2. Organisasi perencanaan yang efektif dan
efisien
3. Berfokus pada implementasi
4. Partisipasi dari orang-orang yang tepat
ESENSI
PENGORGANISASIAN
·
Pengorganisasian
adalah proses mengatur orang-orang dan sumber daya lainnya untuk bekerja kearah
tujuan bersama. Proses pengorganisasian terdiri dari :
1. Merefleksikan rencana dan tujuan
2. Menetapkan tugas-tugas pokok
3. Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas
yang lebih kecil
4. Mengalokasikan sumber daya dan arahan untuk
tugas-tugas
5. Mengevaluasi hasil dari strategi
pengorganisasian
·
Struktur organisasi
adalah pola hubungan yang diciptakan diantara komponen-komponen bagian dari
sebuah organisasi yang menggambarkan pola komunikasi, pengendalian dan wewenang
·
Departementasi
dibentuk atas dasar factor-faktor situasional seperti fungsi kerja yang
dilaksanakan, produk yang dibuat, wilayah yang diliput, pelanggan yang menjadi
sasaran dan proses untuk pembuatan produk. Keuntungan dari spesialisasi adalah
:
1. Meningkatkan produktivitas
2. Memperpanjang rentang manajemen
3. Mengurangi waktu pelatihan
4. Berkontribusi dalam kualitas yang lebih tinggi
5. Menfasilitasi tercapainya tujuan yang komplek
ESENSI PENGARAHAN 1:
MEMIMPIN DAN MEMOTIVASI
·
Pengarahan adalah proses
menuntun kegiatan-kegiatan para anggota organisasi kearah yang dapat
mengantarkan pada tercapainya tujuan dari sistem manajemen
·
Proses pengarahan
melibatkan keempat kegiatan utama manajemen, yaitu memimpin, memotivasi,
mempertimbangkan kelompok-kelompok, dan berkomunikasi
·
Kepemimpinan adalah
proses dimana seorang individu mempunyai pengaruh terhadap orang lain dan
mengilhami, memberi semangat, memotivasi, dan mengarahkan kegiatan mereka guna
membantunya tercapainya tujuan kelompok atau organisasi
·
Gaya kepemimpinan dari
manajer merupakan akibat dari filososfi mengenai motivasi, pilihan atas gaya
pembuatan keputusan, dan perhatian apakah pada tugas atau pada orang
·
Memotivasi adalah
kondisi didalam diri yang menyebabkan seseorang bertingkah laku tertentu yang
memastikan terlaksananya suatu tujuan tertentu. Motivasi dapat berasal dari
sumber-sumber intrinsic (untuk kepentingan diri sendiri) atau ekstrinsik
(menghindari hukuman/konsekuensi dari perilaku)
·
Manajer yang baik
meminimumkan perilaku yang tak wajar dan memaksimumkan perilaku yang wajar
ESENSI PENGARAHAN 2:
DINAMIKA KELOMPOK DAN KOMUNIKASI
·
Kelompok memiliki
empat dimensi, yaitu :
1. Dua orang atau lebih
2. Interaksi bebas diantara anggota
3. Maksud bersama
4. Identitas bersama
·
Komitmen seseorang
pada kelompok bersumber pada dua faktor, yaitu daya tarik (attraction) dan
kepaduan (cohesiveness)
·
Komunikasi adalah
berbagi informasi diantara dua atau lebih orang atau kelompok untuk mencapai
pengertian bersama
·
Empat penghalang
komunikasi adalah penghalang proses, fisik (letak geografis), semantic
(kata-kata) dan psikologis (latar belakang)
·
Tiga kemajuan yang
berdampak besar terhadap komunikasi adalah internet, intranet dan groupware
ESENSI PENGENDALIAN
·
Pengendalian merupakan
fungsi yang menjadikan siklus manajemen sebagai sebuah lingkaran bulat. Ini
merupakan mekanisme pengarahan yang menghubungkan fungsi-fungsi
pengorganisasian, staffing dan pengarahan menuju tujuan dari perencanaan
·
Sistem pengendalian
dikembangkan untuk mengukur kinerja pada setiap tahap dalam proses
mentranformasi masukan menjadi barang dan jasa
·
Proses pengendalian
terdiri dari tiga langkah terpisah, yakni mengukur kinerja yang nyata,
membandingkan kinerja nyata dengan standar, dan mengambil langkah manajerial
untuk mengkoreksi penyimpangan.Dalam organisasi dikenal tiga jenis
pengendalian, yakni :
1. pengendalian keluaran (output control)
2. Pengendalian perilaku (behaviour control)
3. Pengendalian budaya organisasi (organization
culture control)
MANAJEMEN OPERASI
·
Strategi operasi
adalah bagian dari rencana strategis yang menetapkan peranan, kapabilitas, dan
pengharapan dari operasi. Manajemen operasi terdiri atas kegiatan dan teknik
manajerial yang dipergunakan untuk mengkonvensi sumber daya menjadi produk dan
jasa. Tanpa strategi operasi dan manajemen operasi yang efektif, hanya sedikit
perusahaan yang bisa bertahan
·
Sistem produksi
terdiri dari berbagai kategori masukan (modal, bahan, tenaga, keuangan dan
informasi), proses (teknologi dan pemakaian tenaga) dan keluaran (produk dan
jasa konsumsi dan industri)
·
Manajemen operasi
mencakup produk, fasilitas, desain proses, struktur implementasi, dan proses
pengendalian. Fokus dari manajemen operasi adalah peningkatan produktivitas dan
kualitas.Perencanaan operasi mencakup keputusan mengenai :
1. Desain produk/jasa
2. Tata letak fasilitas
3. Proses dan teknologi produksi
4. Lokasi fasilitas
5. Perencanaan kapasitas
·
Perencanaan kapasitas
adalah upaya untuk mengkonvensi ramalan penjualan menjadi kemampuan produksi
·
Dalam manajemen
operasi perlu disusun rencana khusus secara menyeluruh yang meliputi
perencanaan agregrat, skedul induk, dan membuat struktur operasi
STRATEGI BISNIS 1:
KEPEMIMPINAN BIAYA
·
Perusahaan-perusahaan
yang menghasilkan produk sama bisa memiliki biaya yang berbeda-beda karena
berbagai faktor, yang terpenting adalah:
1. Perbedaan ukuran dan skala ekonomis
2. Perbedaan ukuran dan skala disekonomis
3. Ekonomi kurva belajar
4. Perbedaan akses ke faktor-faktor produksi
5. Keunggulan teknologi bebas dari skala
·
Kepemimpinan biaya
dalam sebuah industri dapat menghasilkan keuntungan ekonomi yang dapat
membantu perusahaan dalam mengurangi ancaman yang berasala dari lima kekuatan
persaingan, yaitu perusahaan pendatang baru, pertarungan pasar dalam industri,
pembeli, pemasok, dan produk subtitusi
·
Setiap sumber dari
keunggulan biaya dapat menjadi sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan
jika ia bersifat langka dan mahal untuk ditiru. Secara keseluruhan, perbedaan
akses ke faktor produksi dan keunggulan perangkat lunak teknologi bebas dari skala
memiliki potensi terbesar untuk menciptakan keunggulan daya saing berkelanjutan
yang berbasis biaya
·
Untuk merealisasikan
semua potensi keunggulan daya saing, sebuah perusahaan harus diorganisasikan
secara layak. Pengorganisasian untuk mengimplementasikan sebuah strategi selalu
melibatkan struktur organisasi, sistem pengendalian manajemen, dan kebijakan
kompensasi. Untuk mengimplementasikan strategi kepemimpinan biaya, struktur
organisasi harus berciri:
1. Tidak banyak lapisan manajemen, hubungan
pelaporan sederhana, staf kecil, dan berfokus pada fungsi bisnis yang terbatas.
2. Anggaran harus berfokus pada biaya dengan
sasaran kuantitatif
3. Komite manajemen harus secara ketat
mensupervisi tenaga kerja, bahan mentah, persediaan dan biaya lainnya
4. Komite harus menciptakan dan menyebarkan
filosofi kepemimpinan biaya kesemua jajaran organisasi
5. Sistem kompensasi harus memberikan penghargaan
kepada setiap karyawan yang bisa menekan (mengurangi) biaya
STRATEGI BISNIS 2:
DIFERENSIASI PRODUK DAN FOKUS
·
Diferensiasi produk
adalah strategi dimana perusahaan berupaya untuk meraih keunggulan daya saing
dengan cara meningkatkan nilai persepsi suatu produk atau jasa perusahaan lebih
berharga daripada produk atau jasa perusahaan lainnya. Basis dari diferensiasi
produk dapat dijelaskan dengan dua cara:
1. Secara konsepsional, mencakup fitur produk,
kaitan antar fungsi, timing, lokasi, bauran produk, kaitan denagn
perusahaan lain, dan reputasi
2. Secara empiris, mencakup kustomisasi,
kompleksitas produk, tekanan pada pemasaran konsumen, saluran distribusi dan
tingkat pelayanan dan dukungan
·
Perusahaan dengan
diferensiasi produk dapat menetapkan harga produknya lebih tinggi dari total
biaya rata-rata dan karena itu meraih keuntungan diatas normal. Setiap basis
dari diferensiasi produk dapat digunakan untuk menetralisir ancaman
lingkungan dan memanfaatkan peluang lingkungan
·
Kelangkaan dan
kemampuan peniruan dari basis diferensiasi produk bervariasi. Basis yang sangat
mudah ditiru meliputi fitur produk. Basis yang agak mudah ditiru meliputi
bauran produk, kaitan dengan perusahaan lain, kustomisasi produk, dan pemasaran
konsumen. Basis yang mahal untuk ditiru meliputi hubungan fungsi-fungsi bisnis,
timing, lokasi, reputasi, layanan, dan dukungan
·
Perusahaan dapat
menggunakan struktur organisasi, pengendalian manajerial, dan kebijakan
kompensasi guna membantu mengelola tensi (tekanan) yang dihadapi organisasi
dalam rangka implementasi strategi diferensiasi produk
·
Berdasarkan
kontradiksi dalam persyaratan organisasional, Porter berpendapat bahwa
perusahaan yang berupaya untuk mengimplementasikan strategi kepemimpinan biaya
dan strategi diferensiasi produk secara simultan akan menemui kegagalan
·
Strategi fokus adalah
strategi dimana organisasi berkonsentrasi pada pasar regional, lini produk,
atau kelompok pembeli tertentu
KEPEDULIAN &
KOMITMEN MANAJEMEN TERHADAP KUALITAS & PRODUKTIVITAS
·
Kepedulian terhadap
kualitas dan efisiensi tidak bisa hanya terbatas pada orang-orang yang
terlibat dalam kegiatan produksi saja, tetapi setiap operasi dan karyawan
·
Pelanggan meliputi
pelanggan yang berada didalam organisasi (pelanggan internal) dan yang berada
diluar organisasi (pelanggan eksternal)
·
Dimensi dari kualitas
meliputi delapan aspek, yaitu; kinerja, fitur, keandalan, kesesuaian, keawetan,
kemampuan perbaikan, estetika dan persepsi kualitas
·
Biaya dari kualitas
adalah biaya untuk menghindari ketidaksesuaian standar dan kegagalan
·
Produktivitas dapat
ditingkatkan dengan cara meningkatkan jumlah keluaran dari masukan dalam jumlah
tetap atau mengurangi jumlah masukan untuk keluaran dalam jumlah tetap, atau
kombinasi dari kedua cara tersebut diatas
·
Ada hubungan atau
keterkaitan dalam bentuk reaksi berantai antara kualitas, produktivitas, dan
provabilitas
·
Komitmen terhadap
peningkatan produktivitas dan kualitas berarti perubahan dalam cara
berpikir karyawan,
metode dan pendekatan terhadap identifikasi, dan pemecahan masalah
Sumber :
·
Pengantar bisnis, M.
Fuad, Christine H, nurlela,et.al, Gramedia, Jakarta, 2001.
·
Manajemen Bisnis;
Konsep, Teori, dan Aplikasi, Sawaldjo Puspopranoto, Mec,MBA , MM, DMS, PPM, Jakarta, Cetakan pertama
Juni 2006, cetakan kedua 2008
No comments:
Post a Comment